Skip to content
INOVATIF, PROFESIONAL DAN BERKEPRIBADIAN
youtube
instagram
linkedin
Magister Agribisnis Universitas Medan Area | Prodi Magister Agribisnis Terbaik di Sumut
Call Support +6282267941123
Email Support
[email protected]
Location Jl. Setia Budi No 79 B Medan / Jl. Sei Serayu, No. 70 A Medan
  • BERANDA
  • PROFIL
    • AKREDITASI
    • FUNGSIONARIS
    • STRUKTUR
    • VISI DAN MISI
    • SARANA
      • HALL UMA
      • Convention Hall
      • MASJID KAMPUS
      • SARANA OLAHRAGA
      • LOKASI PARKIR
      • AIR MINUM RO
      • Discussion Lounge
      • PERPUSTAKAAN
  • AKADEMIK
    • INFORMASI AKADEMIK
      • AKADEMIK ONLINE
      • E-LEARNING
      • JURNAL
      • LAPOR AOC
    • JADWAL AKADEMIK
      • JADWAL MATRIKULASI
      • JADWAL KULIAH
      • JADWAL SEMINAR / SIDANG
      • JADWAL UJIAN
      • JADWAL WISUDA
    • KALENDER AKADEMIK
    • KURIKULUM
      • Semester I (Satu)
      • Semester II (Dua)
      • Semester III (Tiga)
      • Semester IV (Empat)
  • AKTIVITAS PRODI
    • Kegiatan Prodi
  • MAHASISWA
    • BEASISWA
    • SISTEM INFORMASI
      • DATA MAHASISWA
      • BLOG MAHASISWA
      • JURNAL MAHASISWA
      • AOC
      • E-LEARNING
      • APIK
      • Repositori
      • OPAC
  • DOSEN
    • DAFTAR DOSEN TETAP PROGRAM STUDI
    • DOSEN PENASEHAT AKADEMIK
    • BLOG DOSEN
    • JURNAL DOSEN
    • AOC
    • E-LEARNING
    • OPAC UMA
  • ALUMNI
    • LAYANAN ALUMNI
    • TRACER STUDY
    • DATA ALUMNI
    • PRESTASI ALUMNI
  • ARSIP
    • DOKUMEN PRODI
      • FORMULIR
      • ALUR PENYELESAIAN TESIS
      • PEDOMAN MAHASISWA
      • SYARAT SK SEMINAR/SIDANG
  • HUBUNGI KAMI
  • KERJASAMA

Mengapa Hutan Begitu Penting?

Home > 2021 > Mengapa Hutan Begitu Penting?

Mengapa Hutan Begitu Penting?

Posted on 27 Juli 2021 by
0

Mereka menutupi 30% dari permukaan tanah planet ini dan mereka sangat penting untuk kualitas udara yang kita hirup, 20% di antaranya berasal dari hutan hujan Amazon. Hutan juga penting untuk kualitas air sungai yang dikonsumsi kota secara langsung atau tidak langsung dan untuk pengaturan siklus air. Mereka juga memainkan peran kunci dalam memerangi perubahan iklim saat mereka menyerap dan menyimpan CO2 ke dalam biomassa mereka, mencegahnya pergi ke atmosfer. Faktanya, melindungi hutan memiliki kekuatan untuk membantu kita memenuhi Perjanjian Paris sebesar 37%, kata Scientific American.

Tapi ada lagi. Jauh lebih. Hutan membantu meminimalkan dampak badai dan banjir dengan mengendalikan erosi tanah karena akar pohon membuat tanah lebih kuat. 80% keanekaragaman hayati dunia dapat ditemukan di hutan. Dan kita harus benar-benar berterima kasih kepada keanekaragaman hayati yang luar biasa ini karena memungkinkan perkembangan manusia di bidang-bidang seperti perawatan kesehatan, farmasi dan, baru-baru ini, untuk menginspirasi desain produk yang ramah lingkungan saat kita belajar dari praktik terbaik alam.

Dan pernahkah Anda membayangkan bagaimana hidup tanpa hutan? Tidak hanya untuk lebih dari 1 miliar orang yang tinggal di atau dekat dengan hutan dan membutuhkannya untuk bertahan hidup, tetapi juga untuk mereka yang tinggal di kota dan daerah perkotaan. Kami mengambil dan mengubah bahan baku hutan seperti kayu dan kayu dan menggunakannya pada beberapa komoditas dari kertas toilet, serbet, gabus atau buku catatan menjadi barang yang lebih berat seperti meja, kursi atau kayu sederhana untuk dibakar. Dan tentu saja: alpukat, açai, kakao, kopi, mangga, apa saja – semuanya berasal dari hutan.

Setara dengan 1 lapangan sepak bola hutan hilang setiap detik. Setiap tahun, WWF memperkirakan sekitar 8 juta hektar hutan hilang, dan akibatnya, 17% Amazon telah hilang selama 50 tahun terakhir, bersama dengan kawasan lainnya di Indonesia atau Kongo. Dan bukan hanya pohon – tumbuhan, hewan, dan spesies serangga yang menghilang setiap hari dengan kecepatan yang mengkhawatirkan, yang dapat berarti hilangnya 10.000 – 100.000 spesies/tahun, membahayakan keseimbangan Bumi. Selain itu, hilangnya hutan juga berkontribusi antara 12% dan 17% terhadap emisi GRK global tahunan. Tapi apa yang menyebabkan semua ini?

Secara tidak langsung, mungkin Anda atau seseorang yang Anda kenal – mewakili sisi permintaan. Secara langsung, perusahaan ekstraktif, transformatif dan consumer goods – yang mewakili sisi supply. Yang benar adalah bahwa bisnis telah memperluas dimensi lahan pertanian dan peternakan, yang terakhir menghabiskan banyak air dan bertanggung jawab atas pelepasan gas rumah kaca (topik untuk diskusi lain). Komoditas lain seperti kelapa sawit, jagung atau kedelai juga memakan banyak lahan dan terkadang dikaitkan dengan deforestasi (sering dilakukan oleh pohon yang ditebang secara ilegal atau menyebabkan kebakaran), seperti eksplorasi tambang dan urbanisasi.

sumber : youmatter.world

related post : apa-pertanian-organik

Views: 498
View this post on Instagram

Shared post on Time

KAMPUS I

Kampus I : Jalan Kolam Nomor 1 Medan Estate / Jalan Gedung PBSI, Medan 20223 Telepon : (061) 7360168
CALL CENTER : 0811-6013-888
Email : [email protected]

KAMPUS II

Kampus II : Jalan Sei Serayu Nomor 70 A / Jalan Setia Budi Nomor 79 B, Medan 20112 Telepon : (061) 42402994
HP : 0811 607 259 (Sdr. Wahyu)
[email protected]

Copyright © 2026 Magister Agribisnis Universitas Medan Area | Inovatif, Profesional dan Berkepribadian