Skip to content
INOVATIF, PROFESIONAL DAN BERKEPRIBADIAN
youtube
instagram
linkedin
Magister Agribisnis Universitas Medan Area | Prodi Magister Agribisnis Terbaik di Sumut
Call Support +6282267941123
Email Support
[email protected]
Location Jl. Setia Budi No 79 B Medan / Jl. Sei Serayu, No. 70 A Medan
  • BERANDA
  • PROFIL
    • AKREDITASI
    • FUNGSIONARIS
    • STRUKTUR
    • VISI DAN MISI
    • SARANA
      • HALL UMA
      • Convention Hall
      • MASJID KAMPUS
      • SARANA OLAHRAGA
      • LOKASI PARKIR
      • AIR MINUM RO
      • Discussion Lounge
      • PERPUSTAKAAN
  • AKADEMIK
    • INFORMASI AKADEMIK
      • AKADEMIK ONLINE
      • E-LEARNING
      • JURNAL
      • LAPOR AOC
    • JADWAL AKADEMIK
      • JADWAL MATRIKULASI
      • JADWAL KULIAH
      • JADWAL SEMINAR / SIDANG
      • JADWAL UJIAN
      • JADWAL WISUDA
    • KALENDER AKADEMIK
    • KURIKULUM
      • Semester I (Satu)
      • Semester II (Dua)
      • Semester III (Tiga)
      • Semester IV (Empat)
  • AKTIVITAS PRODI
    • Kegiatan Prodi
  • MAHASISWA
    • BEASISWA
    • SISTEM INFORMASI
      • DATA MAHASISWA
      • BLOG MAHASISWA
      • JURNAL MAHASISWA
      • AOC
      • E-LEARNING
      • APIK
      • Repositori
      • OPAC
  • DOSEN
    • DAFTAR DOSEN TETAP PROGRAM STUDI
    • DOSEN PENASEHAT AKADEMIK
    • BLOG DOSEN
    • JURNAL DOSEN
    • AOC
    • E-LEARNING
    • OPAC UMA
  • ALUMNI
    • LAYANAN ALUMNI
    • TRACER STUDY
    • DATA ALUMNI
    • PRESTASI ALUMNI
  • ARSIP
    • DOKUMEN PRODI
      • FORMULIR
      • ALUR PENYELESAIAN TESIS
      • PEDOMAN MAHASISWA
      • SYARAT SK SEMINAR/SIDANG
  • HUBUNGI KAMI
  • KERJASAMA

Pelanggaran Twitter mengekspos pemilik akun anonim

Home > artikelnew > Pelanggaran Twitter mengekspos pemilik akun anonim

Pelanggaran Twitter mengekspos pemilik akun anonim

Posted on 8 Agustus 20228 Agustus 2022 by
0

Kerentanan dalam perangkat lunak Twitter yang mengekspos sejumlah pemilik akun anonim yang belum ditentukan ke potensi kompromi identitas tahun lalu tampaknya dieksploitasi oleh aktor jahat, kata perusahaan media sosial itu, Jumat.

Itu tidak mengkonfirmasi laporan bahwa data 5,4 juta pengguna ditawarkan untuk dijual secara online sebagai hasilnya tetapi mengatakan pengguna di seluruh dunia terpengaruh.

Pelanggaran ini sangat mengkhawatirkan karena banyak pemilik akun Twitter, termasuk aktivis hak asasi manusia, tidak mengungkapkan identitas mereka di profil mereka karena alasan keamanan yang mencakup ketakutan akan penganiayaan oleh otoritas yang represif.

“Ini sangat buruk bagi banyak orang yang menggunakan akun Twitter pseudonim,” cuit pakar keamanan data Akademi Angkatan Laut AS Jeff Kosseff.

Kerentanan tersebut memungkinkan seseorang untuk menentukan selama log-in apakah nomor telepon atau alamat email tertentu terkait dengan akun Twitter yang ada, sehingga mengungkapkan pemilik akun, kata perusahaan itu.

Twitter mengatakan tidak tahu berapa banyak pengguna yang mungkin terpengaruh, dan menekankan bahwa tidak ada kata sandi yang terungkap.

“Kami dapat mengonfirmasi bahwa dampaknya bersifat global,” kata juru bicara Twitter melalui email. “Kami tidak dapat menentukan secara pasti berapa banyak akun yang terpengaruh atau lokasi pemegang akun.”

Pengakuan Twitter dalam posting blog Jumat mengikuti laporan bulan lalu oleh kelompok advokasi privasi digital Restore Privacy yang merinci bagaimana data yang mungkin diperoleh dari kerentanan itu dijual di forum peretasan populer seharga $ 30.000.

Seorang peneliti keamanan menemukan kelemahan tersebut pada bulan Januari, menginformasikan kepada Twitter dan dilaporkan mendapat bayaran sebesar $5.000. Twitter mengatakan bug, yang diperkenalkan dalam pembaruan perangkat lunak Juni 2021, segera diperbaiki.

Twitter mengatakan mereka mengetahui tentang penjualan data di forum peretasan dari laporan media dan “mengonfirmasi bahwa aktor jahat telah mengambil keuntungan dari masalah ini sebelum ditangani.”

Dikatakan secara langsung memberi tahu semua pemilik akun yang dapat dikonfirmasi terpengaruh.

“Kami menerbitkan pembaruan ini karena kami tidak dapat mengonfirmasi setiap akun yang berpotensi terkena dampak, dan terutama memperhatikan orang-orang dengan akun pseudonim yang dapat ditargetkan oleh negara atau aktor lain,” kata perusahaan itu.

Ini merekomendasikan pengguna yang ingin menjaga identitas mereka terselubung untuk tidak menambahkan nomor telepon atau alamat email yang diketahui publik ke akun Twitter mereka.

“Jika Anda mengoperasikan akun Twitter dengan nama samaran, kami memahami risiko yang dapat ditimbulkan oleh insiden seperti ini dan sangat menyesalkan hal ini terjadi,” katanya.

Pengungkapan pelanggaran datang ketika Twitter sedang dalam pertempuran hukum dengan CEO Tesla Elon Musk atas usahanya untuk mundur dari tawaran sebelumnya untuk membeli Twitter yang berbasis di San Francisco seharga $ 44 miliar.

related post : Satu sistem cuaca membanjiri St. Louis dan Kentucky

Views: 281
View this post on Instagram

Shared post on Time

KAMPUS I

Kampus I : Jalan Kolam Nomor 1 Medan Estate / Jalan Gedung PBSI, Medan 20223 Telepon : (061) 7360168
CALL CENTER : 0811-6013-888
Email : [email protected]

KAMPUS II

Kampus II : Jalan Sei Serayu Nomor 70 A / Jalan Setia Budi Nomor 79 B, Medan 20112 Telepon : (061) 42402994
HP : 0811 607 259 (Sdr. Wahyu)
[email protected]

Copyright © 2026 Magister Agribisnis Universitas Medan Area | Inovatif, Profesional dan Berkepribadian