Skip to content
INOVATIF, PROFESIONAL DAN BERKEPRIBADIAN
youtube
instagram
linkedin
Magister Agribisnis Universitas Medan Area | Prodi Magister Agribisnis Terbaik di Sumut
Call Support +6282267941123
Email Support
[email protected]
Location Jl. Setia Budi No 79 B Medan / Jl. Sei Serayu, No. 70 A Medan
  • BERANDA
  • PROFIL
    • AKREDITASI
    • FUNGSIONARIS
    • STRUKTUR
    • VISI DAN MISI
    • SARANA
      • HALL UMA
      • Convention Hall
      • MASJID KAMPUS
      • SARANA OLAHRAGA
      • LOKASI PARKIR
      • AIR MINUM RO
      • Discussion Lounge
      • PERPUSTAKAAN
  • AKADEMIK
    • INFORMASI AKADEMIK
      • AKADEMIK ONLINE
      • E-LEARNING
      • JURNAL
      • LAPOR AOC
    • JADWAL AKADEMIK
      • JADWAL MATRIKULASI
      • JADWAL KULIAH
      • JADWAL SEMINAR / SIDANG
      • JADWAL UJIAN
      • JADWAL WISUDA
    • KALENDER AKADEMIK
    • KURIKULUM
      • Semester I (Satu)
      • Semester II (Dua)
      • Semester III (Tiga)
      • Semester IV (Empat)
  • AKTIVITAS PRODI
    • Kegiatan Prodi
  • MAHASISWA
    • BEASISWA
    • SISTEM INFORMASI
      • DATA MAHASISWA
      • BLOG MAHASISWA
      • JURNAL MAHASISWA
      • AOC
      • E-LEARNING
      • APIK
      • Repositori
      • OPAC
  • DOSEN
    • DAFTAR DOSEN TETAP PROGRAM STUDI
    • DOSEN PENASEHAT AKADEMIK
    • BLOG DOSEN
    • JURNAL DOSEN
    • AOC
    • E-LEARNING
    • OPAC UMA
  • ALUMNI
    • LAYANAN ALUMNI
    • TRACER STUDY
    • DATA ALUMNI
    • PRESTASI ALUMNI
  • ARSIP
    • DOKUMEN PRODI
      • FORMULIR
      • ALUR PENYELESAIAN TESIS
      • PEDOMAN MAHASISWA
      • SYARAT SK SEMINAR/SIDANG
  • HUBUNGI KAMI
  • KERJASAMA

ICBA : ‘bukti masa depan’ di padang pasir

Home > 2021 > ICBA : ‘bukti masa depan’ di padang pasir

ICBA : ‘bukti masa depan’ di padang pasir

Posted on 2 September 20212 September 2021 by
0

Meningkatnya suhu dan cuaca ekstrem yang diperburuk oleh perubahan iklim membuat kondisi pertanian semakin menantang dan mengganggu distribusi makanan. Tetapi para ilmuwan di beberapa tempat terkering di dunia menemukan solusi untuk meningkatkan produksi pangan lokal dengan memperkenalkan tanaman yang tumbuh subur dengan tanah dan air laut yang kurang subur.

Di gurun Dubai, para petani harus menghadapi panas yang menyengat, air tawar yang terbatas, dan tanah berpasir. Di sini, Pusat Internasional Pertanian Biosalin (ICBA) mentransplantasikan dan menumbuhkan makanan super yang menyukai garam dalam upaya untuk memperluas keragaman makanan di wilayah tersebut.
“Air tawar menjadi semakin langka,” jelas Dionysia Angeliki Lyra, ahli agronomi di ICBA. “Kita harus fokus pada bagaimana kita dapat memanfaatkan sumber air asin berkualitas rendah untuk produksi pangan.”

Menumbuhkan makanan super di padang pasir
Pertanian gurun telah ada selama ribuan tahun, tetapi tidak semua tanaman gurun menyediakan nutrisi yang dibutuhkan untuk memberi makan populasi yang terus bertambah. ICBA, sebuah prakarsa nirlaba yang diluncurkan di Uni Emirat Arab pada tahun 1999, memulai misi untuk menemukan tanaman bergizi tinggi di seluruh dunia yang dapat beradaptasi dan bertahan dalam kondisi cuaca ekstrem — dan berkembang saat ditanam menggunakan air laut. dan air garam dari proyek desalinasi.
Saat ini, ICBA memiliki koleksi unik lebih dari 13.000 benih. Program ini telah memperkenalkan tanaman non-tradisional ke gurun, seperti quinoa dari Andes Amerika Selatan.

Para ilmuwannya menguji lebih dari 1.200 varietas quinoa, lima di antaranya dapat tumbuh dalam kondisi ekstrem ini. Petani di lebih dari 10 negara di Timur Tengah dan Afrika Utara sudah memproduksi makanan super, dan ICBA sekarang memperkenalkannya di masyarakat pedesaan di Asia Tengah.

Sedikit diketahui di luar beberapa bagian Eropa dan Amerika Utara, salicornia adalah tanaman dari AS selatan yang membutuhkan air asin untuk tumbuh. Itu juga telah diangkut ke gurun Dubai, di mana ia berkembang pesat. Pusat menganggapnya sebagai “superhero gurun” berkat kemampuan beradaptasi dan keserbagunaannya. Tanaman ini digunakan untuk produksi pangan dan sedang diuji sebagai biofuel.
ICBA saat ini memproduksi sekitar 200 kilogram quinoa dan 500 kilogram salicornia untuk penelitian dan pembibitan, sementara juga bekerja sama dengan perusahaan makanan di Dubai untuk mengembangkan produk makanan berbasis salicornia dengan tujuan untuk meningkatkan adopsi konsumen.
Lyra percaya memikirkan kembali jenis makanan yang ditanam petani dapat memiliki dampak jangka panjang di lingkungan ini.

sumber : cnn.com

related post : bepergian-ke-singapura-selama-covid

Views: 472
View this post on Instagram

Shared post on Time

KAMPUS I

Kampus I : Jalan Kolam Nomor 1 Medan Estate / Jalan Gedung PBSI, Medan 20223 Telepon : (061) 7360168
CALL CENTER : 0811-6013-888
Email : [email protected]

KAMPUS II

Kampus II : Jalan Sei Serayu Nomor 70 A / Jalan Setia Budi Nomor 79 B, Medan 20112 Telepon : (061) 42402994
HP : 0811 607 259 (Sdr. Wahyu)
[email protected]

Copyright © 2026 Magister Agribisnis Universitas Medan Area | Inovatif, Profesional dan Berkepribadian